Artikel oleh : Khansa Putri Sanjaya
Bandung, 27 Februari 2025
Suasana syahdu dan emosional menyelimuti seluruh area SMAN 3 Bandung hari ini. Ratusan siswa-siswi kelas 12 berkumpul di aula lama untuk melaksanakan doa bersama, sebuah momen krusial untuk memohon kelancaran dan ketenangan menjelang Ujian Sekolah yang akan dilaksanakan pada pekan depan.
Di dalam aula lama, suasana berubah sangat haru saat kegiatan doa bersama berlangsung. Tak terasa, tiga tahun perjuangan di bangku SMA sebentar lagi akan usai. Bayangan masa-masa seru di kelas, ketegangan saat menghadapi ulangan, hingga keseruan saat jam istirahat terlintas kembali. Isak tangis tak terbendung dari banyak siswa, menyadari bahwa momen kebersamaan mereka di sekolah tercinta ini akan segera berakhir.
Di tempat terpisah, orang tua turut hadir di aula baru untuk mendapatkan pematerian parenting. Dalam momen ini, orang tua juga menuliskan surat berisi harapan dan doa untuk putra-putri tercinta.
Momen mengharukan terjadi saat seorang siswa kelas 12 menerima surat dari ibunya yang kebetulan juga seorang guru di SMAN 3 Bandung. Menurut sumber yang tidak mau disebutkan namanya, siswa tersebut merasa sangat tersentuh oleh tulisan sang Ibu. Tak terasa, dia langsung berlari menuju kelas tempat ibunya sedang mengajar. Tanpa ragu, siswa tersebut mengetuk pintu, masuk, dan memeluk ibunya erat-erat dengan mata berkaca-kaca, menciptakan suasana penuh haru di kelas tersebut.
Kehangatan luar biasa juga terjadi di sepanjang lorong sekolah. Siswa-siswi kelas 10 dan 11 sudah berjejer rapi sejak pukul 09.30 WIB untuk menyambut kakak kelas mereka yang keluar dari aula. Sorak sorai dukungan, doa, dan harapan terdengar riuh dari setiap lorong.
Tak hanya itu, sebagai bentuk apresiasi, adik-adik kelas memberikan bunga tangkai kepada kakak kelas 12 yang melintas. Jabat tangan hangat dan pelukan persaudaraan tercipta di sepanjang jalan.
Momen haru berlanjut saat perwakilan siswa kelas 12 maju ke depan untuk menyampaikan kesan pesan. Mereka mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada SMAN 3 Bandung. Orasi yang membakar semangat namun juga menyentuh hati disampaikan secara bergantian oleh perwakilan Ketua PK, Ketua OSIS, serta perwakilan Angkatan, yang merangkum suka duka perjalanan mereka selama tiga tahun.

“Jangan lupakan orang-orang yang telah membantu kita. Guru-guru kita, teman-teman kita. Maka dari itu, jadilah solusi, jadilah pemantik perubahan, dan jadilah kebanggaan bagi kita semua!” ujar Aura Sinai, Ketua OSIS LXXII dalam orasinya di kegiatan ini.
Sementara itu, Nabil, Ketua Angkatan 3’2026 dalam orasinya berujar, “Semakin tinggi kita berada, semakin besar tekanan yang kita rasa, maka dari itu jangan anggap tekanan yang kalian hadapi menjadi suatu beban, melainkan sebuah kesempatan untuk berkembang!”
Suasana semakin syahdu ketika seluruh siswa beserta guru menyanyikan Hymne SMAN 3 Bandung bersama-sama. Suara lantang yang diiringi isak tangis menciptakan atmosfer yang sangat hangat sekaligus memilukan, menandakan ikatan persaudaraan yang kuat antar mereka.
Kegiatan ini bukan hanya sekedar tradisi, melainkan wujud dukungan nyata bahwa kakak kelas 12 tidak berjuang sendirian. Seluruh warga sekolah mendoakan agar kakak kelas 12 diberikan kemudahan, ketenangan, dan hasil yang terbaik dalam ujian nanti. Sukses selalu, Kakak Kelas 12!
